Postingan

Cerita 4 anak Piliang dari Desa Tabek Patah Minangkabau

Fantastic 4 Kampoeng     Telah lama kami bermain di halaman belakang berempat, aku , adikku Rizky, sepupuku Iwan, dan adik Iwan  Aldi. Masih ingat oleh ku betapa bahagianya kami waktu itu, hujan-hujanan sambil bermain ria cipratan air, seluncur-seluncuran hingga terpeleset. Tapi tak ada yang menangis,karna kesakitan mungkin saking bahagianya kami ditinggal orang tua-orang tua di rumah. Biasa, setiap hari Senin adalah hari pasar di kampungku, kebetulan aku dan Iwan baru saja selesai menerima rapor kelas 3 sedangkan adikku dan adik Iwan belum bersekolah. Jadi ibuku membawaku ke kampung yang tercinta, dimana  Fantastic 4  beraksi. Hua hua hua    Hujan pun berhenti kami pun juga berhenti bermain, mungkin karna tak ada lagi air yang turun untuk membasahi kami. Dengan badan penuh lumpur, basah kuyup,  bokong ku terasa sakit karna terpeleset tadi, hehe sebenarnya sih bisa dibilang dipelesetkan. Asyik aja main peleset-pelesetan, kapan lagi ada...